NU Sumsel Online — Dalam tubuh organisasi sebesar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sumatera Selatan (PWNU Sumsel), manajemen keuangan yang profesional sangat penting. Di balik pengelolaan keuangan yang rapi dan transparan itu, ada sosok perempuan tangguh yang berdiri sebagai garda terdepan. Dialah Dr. Emi Yulia Siska, SE., M.Si., Ak, seorang akademisi dan profesional yang kini mengemban amanah sebagai wakil bendahara PWNU Sumsel untuk mengelola tata keuangan di PWNU Sumsel.
Dalam wawancara eksklusif bersama NU Sumsel Online, Dr. Emi menjelaskan pentingnya tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan penuh tanggung jawab dalam tubuh organisasi keagamaan. Menurutnya, manajemen keuangan yang baik bukan hanya menyangkut laporan atau angka-angka, tetapi juga menyangkut kepercayaan umat dan keberlangsungan program dakwah.
“Prinsip dasar dalam pengelolaan keuangan organisasi seperti NU adalah transparansi, akuntabilitas, dan tanggung jawab moral. Tidak hanya karena kami mengelola dana umat, tetapi karena NU adalah organisasi yang membawa amanah besar untuk kemaslahatan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa setiap pemasukan dan pengeluaran dalam tubuh PWNU Sumsel harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada jajaran pengurus dan warga Nahdliyin.
“Kami membangun sistem pelaporan keuangan yang bisa diakses dan dikaji, baik secara internal maupun oleh pihak-pihak yang berkompeten. Dengan begitu, kami menghindari kecurigaan dan menumbuhkan kepercayaan,” tambahnya.
Komitmen Dr. Emi dalam menjaga integritas keuangan organisasi tidak lepas dari latar belakang profesional yang panjang dan sarat pengalaman. Ia memulai kariernya sebagai penyusun laporan keuangan di Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sumsel pada tahun 2011. Setahun kemudian, ia diangkat sebagai bendahara pengeluaran di instansi yang sama hingga tahun 2014.
Pada tahun 2015, ia dipercaya menjabat sebagai pejabat pengadaan barang dan jasa di lingkungan Kanwil Kemenag Sumsel. Tak berhenti di situ, kariernya di dunia pengawasan keuangan semakin cemerlang saat ia menjabat sebagai sekretaris satuan pengawas internal di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang dari tahun 2016 hingga 2019.
Kini, selain menjadi bagian penting dalam pengelolaan keuangan PWNU Sumsel, Dr. Emi juga aktif sebagai dosen pada Program Studi Perbankan Syariah di UIN Raden Fatah Palembang sejak tahun 2017 hingga sekarang. Kombinasi pengalaman di lapangan dan dunia akademik membuatnya memiliki perspektif luas dan mendalam dalam hal tata kelola keuangan berbasis prinsip syariah dan transparansi publik.
Sebagai Srikandi Keuangan di PWNU Sumsel, Dr. Emi bertekad untuk memperkuat sistem pengelolaan keuangan organisasi berbasis digital dan dokumentasi yang tertata. Salah satu inovasi yang kini tengah dikembangkan adalah sistem pelaporan digital, yang memungkinkan seluruh proses keuangan tercatat secara real-time dan bisa dimonitor oleh pengurus secara berkala.
“Kami ingin menciptakan tata kelola keuangan NU yang modern, mengikuti standar akuntansi, namun tetap menjunjung nilai-nilai Islam dan amanah organisasi. Ini juga bagian dari ikhtiar agar NU Sumsel menjadi organisasi yang profesional dan dipercaya masyarakat,” jelasnya.
Ia juga berharap, ke depan, pengelolaan keuangan organisasi-organisasi keagamaan seperti NU bisa menjadi role model bagi organisasi lain dalam membangun tata kelola yang sehat.
Langkah dan kiprah Dr. Emi mendapatkan dukungan penuh dari Ketua PWNU Sumsel dan jajaran pengurus lainnya. Mereka mengapresiasi integritas, profesionalisme, dan dedikasi Dr. Emi dalam menjaga stabilitas keuangan organisasi.
“Kami bersyukur memiliki sosok seperti Bu Emi. Beliau adalah aset berharga bagi PWNU Sumsel. Komitmennya terhadap transparansi keuangan telah membawa angin segar dalam tubuh organisasi,” ujar ketua PWNU Sumsel KH Hendra Zainuddin Al Qodiri. (Al)
NU Sumsel