NU Sumsel Online – Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Sumatera Selatan bersama komunitas Sahabat Kemanusiaan turun langsung memberikan bantuan kepada warga korban kebakaran di Lorong Khotib, Kelurahan 35 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang, pada Ahad (28/9/2025).
Kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk tersebut terjadi pada Rabu (24/9/2025) sekitar pukul 15.10 WIB,
Kehadiran komunitas Sahabat Kemanusiaan yang terdiri dari Hipmi Syariah Sumsel, Paguyuban Sinar Mas Sumsel, LKNU Sumsel, Plantari Institute, dan Makelar Amal Indonesia menjadi angin segar bagi para korban yang masih tinggal sementara di rumah kerabat maupun tenda darurat. Mereka membawa berbagai bentuk bantuan, mulai dari kebutuhan pokok, pakaian layak pakai, hingga perlengkapan kesehatan.
Ketua LKNU Sumsel Ustaz Reza Fahlevi menyampaikan bahwa aksi kemanusiaan ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap sesama yang sedang mengalami kesulitan akibat bencana.
Ia menegaskan bahwa nilai solidaritas dan gotong royong harus terus dijaga, terutama dalam situasi seperti ini.
“Bantuan yang kami salurkan ini merupakan bentuk kepedulian dari Sahabat Kemanusiaan kepada saudara-saudara kita yang menjadi korban kebakaran di Lorong Khotib. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka dan memberikan semangat untuk bangkit kembali,” ujar Reza.
Ia juga mengapresiasi seluruh elemen masyarakat dan komunitas yang tergabung dalam Sahabat Kemanusiaan karena telah bersatu untuk membantu para korban. Menurutnya, kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan cepat dan tepat sasaran.
“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk turut ambil bagian dalam membantu sesama. Karena menghadapi bencana tidak bisa dilakukan sendiri, perlu sinergi dari semua pihak,” tambahnya.
Kegiatan sosial seperti yang dilakukan LKNU Sumsel dan komunitas Sahabat Kemanusiaan ini tidak hanya memberikan manfaat secara langsung bagi para korban, tetapi juga menumbuhkan kembali nilai gotong royong, empati, dan kepedulian sosial yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.
Dalam kondisi bencana seperti kebakaran di Lorong Khotib, Palembang, peran kolaborasi berbagai pihak—baik lembaga keagamaan, komunitas sosial, hingga dunia usaha—terbukti sangat efektif dalam mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak.
Dengan semangat “Sahabat Kemanusiaan”, diharapkan aksi-aksi serupa dapat terus digalakkan di berbagai daerah, sehingga setiap warga yang tertimpa musibah tidak merasa sendiri dalam menghadapi ujian. (*)
NU Sumsel