PWNU Sumsel Gelar Ziarah Wali Ogan Ilir di Desa Burai

NU Sumsel Online – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Selatan bersama Muslimat NU Kota Palembang menggelar ziarah wali Ogan Ilir sebagai bentuk penghormatan terhadap para leluhur yang diyakini berjasa dalam menyebarkan ajaran Islam di Desa Burai, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, pada Rabu (27/8/2025).

Kegiatan ziarah wali Ogan Ilir ini menjadi momentum penting bagi PWNU Sumsel dalam memperkuat tradisi spiritual sekaligus menjaga hubungan erat dengan masyarakat setempat. Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua PWNU Sumsel, KH Hendra Zainuddin Al Qodiri, dan disambut dengan penuh kehangatan oleh tokoh masyarakat Desa Burai, KH Agok Syarifuddin, yang juga menjabat sebagai Wakil Rais Syuriah PWNU Sumsel.

“Suatu kehormatan yang luar biasa bisa disambut antusias oleh masyarakat Desa Burai. Ziarah ini bukan hanya sekadar mengenang, tetapi juga mengambil pelajaran dari keteladanan para wali,” ujar KH Hendra dalam sambutannya.

Rombongan PWNU Sumsel bersama Muslimat NU mengunjungi sejumlah makam para wali yang tersebar di beberapa dusun di Desa Burai. Tradisi ziarah wali Ogan Ilir ini tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga menjadi napak tilas sejarah penyebaran Islam di Sumatera Selatan.

Baca Juga:  PWNU Sumsel Delegasikan 11 Kader Ikuti PMKNU Lampung

Beberapa makam wali yang diziarahi antara lain:

1. Makam Puyang Darussalam di Dusun I, yang menurut cerita berasal dari Kerajaan Brunei.

2. Makam Puyang Bang Tawi Sakti di Dusun I, diyakini berasal dari Betawi.

3. Makam Puyang Tuan Said di Dusun I, yang menurut kisah berasal dari Komering.

4. Makam Puyang Usang Gemuk di Dusun II.

5. Makam Puyang Datuk Langkin di Dusun II.

6. Makam Puyang Kramat 7 Pangeran di Dusun III.

7. Makam Puyang Pinang Kote di Dusun IV.

8. Makam Puyang Sindor Mato di Dusun IV, diyakini berasal dari Padang.

9. Makam Puyang Sang Darah Putih di Dusun V, Kopon, yang menurut cerita berasal dari Kalimantan.

10. Makam Puyang Putri Rambut Panjang yang terletak sepanjang Dusun V, Kopon.

11. Makam Puyang Pangeran Aska Ulumuddin.

KH Agok Syarifuddin menegaskan bahwa kehadiran PWNU Sumsel di Desa Burai menjadi sejarah tersendiri bagi masyarakat setempat.

Baca Juga:  PC IPNU Muara Enim Gelar Rapat Pembentukan Panitia Pelantikan

“Terima kasih kepada PWNU Sumsel yang telah berkunjung ke desa kami. Ziarah wali Ogan Ilir ini adalah kehormatan bagi kami masyarakat Burai, sekaligus momentum untuk kembali mengingat jasa para leluhur dalam menyebarkan Islam,” katanya.

Bagi masyarakat Ogan Ilir, ziarah wali tidak hanya menjadi tradisi turun-temurun, tetapi juga sarana memperkuat ikatan sosial dan keagamaan. Setiap makam memiliki kisah unik yang diyakini sebagai bukti kontribusi para wali dalam dakwah Islam.

KH Hendra menambahkan bahwa PWNU Sumsel berkomitmen menjaga dan melestarikan tradisi ziarah wali Ogan Ilir agar tidak hilang ditelan zaman.

“Generasi muda perlu mengenal sejarah dan peran para puyang. Dengan demikian, kita tidak hanya mewarisi budaya, tetapi juga semangat perjuangan mereka dalam menyebarkan Islam,” jelasnya.

Selain sebagai situs spiritual, Desa Burai juga dikenal dengan keindahan alamnya. Tradisi ziarah wali Ogan Ilir di desa ini berpotensi besar dikembangkan menjadi wisata religi yang dapat menarik kunjungan masyarakat dari berbagai daerah. (Al)

About Al Akbar Rahmat Ramadhan, M.Pd

Check Also

Yudisium Perdana ITSNUS Sumsel, Lahirkan Sarjana Informatika Berkualitas

NU Sumsel Online – Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Sriwijaya Sumatera Selatan (ITSNUS Sumsel) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *