NU Sumsel Online – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Selatan resmi menggelar Safari Lailatul Ijtima PWNU Sumsel perdana di PCNU Kota Palembang. Acara yang berlangsung di Mushola Arroyan, Maskerebet, Palembang pada Sabtu (20/9) itu bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan Safari Lailatul Ijtima PWNU Sumsel ini menjadi agenda perdana dari rencana safari ke 17 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.
Ketua PCNU Kota Palembang, Ust Dr. Abdul Malik Syafei, MH, dalam sambutannya menegaskan bahwa Lailatul Ijtima merupakan tradisi warga Nahdlatul Ulama yang terus dipelihara hingga saat ini.
“Lailatul Ijtima adalah tradisi warga Nahdlatul Ulama untuk berkumpul di malam hari, bersilaturahmi, membicarakan perkembangan umat, organisasi, serta diisi dengan pembacaan sholawat dan tausiyah. Malam ini menjadi sejarah karena Safari Lailatul Ijtima PWNU Sumsel dimulai dari Mushola Arroyan, Palembang,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran jamaah yang begitu ramai menunjukkan antusiasme masyarakat Palembang untuk menjaga tradisi NU. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar forum pengajian, tetapi juga media mempererat persaudaraan antarwarga.
Safari Lailatul Ijtima PWNU Sumsel ini bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW, sehingga nuansa kebersamaan semakin terasa.
Lurah Talang Kelapa Ricky Pratama, S.STP.,M.SI. yang turut hadir menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara lailatul ijtima.
“Dengan adanya Safari Lailatul Ijtima dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, kita berharap iman dan takwa kita kepada Allah SWT semakin meningkat. Selain itu, kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.
Pernyataan ini memperlihatkan bahwa Safari Lailatul Ijtima PWNU Sumsel tidak hanya berfungsi sebagai agenda internal NU, melainkan juga sebagai sarana dakwah dan pembinaan umat di tingkat akar rumput.
Ketua PWNU Sumsel, KH Hendra Zainuddin Al Qodiri, yang hadir memberikan mauizatul hasanah, menekankan pentingnya menjaga iman serta memaknai Lailatul Ijtima sebagai wadah spiritual dan sosial.
“Arroyan adalah salah satu pintu surga. Maka tidak berlebihan jika Mushola Arroyan ini menjadi tempat perdana Safari Lailatul Ijtima PWNU Sumsel sebelum menjangkau 17 kabupaten/kota lain. Semoga Arroyan menjadi pintu keberkahan dan keteladanan bagi umat,” ungkap KH Hendra.
Beliau juga menekankan bahwa Safari Lailatul Ijtima PWNU Sumsel merupakan langkah nyata organisasi dalam menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
Menurutnya, safari ini bukan sekadar rutinitas, tetapi misi kebudayaan dan dakwah yang harus terus diwariskan.
PWNU Sumsel merencanakan Safari Lailatul Ijtima ke 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan. Tujuannya adalah menyatukan umat, mempererat jaringan organisasi NU, sekaligus meneguhkan semangat keagamaan di kalangan warga nahdliyin.
KH Hendra Zainuddin menambahkan bahwa safari ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran NU di tengah masyarakat.
“NU bukan hanya organisasi keagamaan, tapi juga pengayom umat. Safari Lailatul Ijtima PWNU Sumsel adalah bukti bahwa kita hadir di tengah masyarakat,” jelasnya.
Diketahui, pada bulan oktober lailatul ijtima akan dilaksanakan di PCNU Ogan Ilir, kemudian selanjutnya bulan november akan dilaksanakan di PCNU OKU Selatan.
Safari Lailatul Ijtima PWNU Sumsel bukan sekadar kegiatan seremonial. Tradisi ini sudah menjadi bagian dari identitas NU yang menggabungkan aspek spiritual, sosial, dan kebangsaan.
Safari Lailatul Ijtima PWNU Sumsel perdana di Mushola Arroyan Palembang sukses digelar dengan penuh khidmat. Kehadiran para tokoh, ulama, dan masyarakat menjadi bukti bahwa tradisi NU masih relevan dan dicintai umat. (Al)
NU Sumsel