PAC Muslimat NU Prabumulih Timur Gelar Rutinan Sholawat Burdah

NU Sumsel Online– Kegiatan rutinan Majelis PAC Muslimat NU Prabumulih Timur kembali digelar khidmat, Sabtu (13/7/2025), bertempat di Masjid Nur Ikhlas, Kelurahan Karang Raja, Kecamatan Prabumulih Timur.

Acara ini diisi dengan pembacaan Sholawat Burdah dan ceramah keagamaan yang mengangkat makna mendalam dari syair-syair cinta kepada Nabi Muhammad SAW.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Prabumulih, Bayu Sugondo, secara langsung memimpin pembacaan Sholawat Burdah yang menjadi inti acara. Pembacaan ini diiringi dengan lantunan merdu para ibu Muslimat yang memenuhi ruangan masjid dengan suasana religius dan penuh kekhusyukan.

Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Prabumulih Timur, Hj. R.A Hanunah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang mengangkat tema sosialisasi ke-NU-an, khususnya tentang peran dan eksistensi Muslimat NU di tengah masyarakat.

Baca Juga:  PWNU Sumsel Resmi Dilantik: Ini Pesan Gus Yahya Ketum PBNU

“Pertemuan ini tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai sarana memperkuat pemahaman ke-NU-an di kalangan ibu-ibu Muslimat. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk terus menanamkan nilai-nilai Aswaja dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Hj. Hanunah.

Kegiatan tersebut tidak bukan hanya pembacaan Sholawat Burdah, tetapi juga diisi dengan ceramah agama oleh Ketua PCNU Prabumulih, Ust Bayu Sugondo, yang menyampaikan pentingnya memaknai kandungan syair Qasidah Burdah sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah saw.

Dalam ceramahnya, Ust Bayu Sugondo menjelaskan bahwa Sholawat Burdah merupakan salah satu syair paling terkenal di kalangan Nahdliyyin. Syair ini disusun oleh ulama besar yang sangat alim dan sufi, yaitu Imam al-Bushiri.

“Qasidah Burdah bukan sekadar puisi religius, tetapi sebuah warisan spiritual yang mengandung nilai-nilai moral, cinta, dan pengakuan tulus atas kelemahan diri manusia di hadapan Allah SWT. Syair ini mengajarkan kita bahwa tidak ada yang bisa diandalkan kecuali syafaat Rasulullah saw,” ungkapnya.

Baca Juga:  Muslimat NU Musi Rawas Segera Bentuk Lembaga Pendidikan RA dan TK

Ia menambahkan bahwa pembacaan Qasidah Burdah telah menjadi tradisi di berbagai pondok pesantren dan masyarakat Nahdlatul Ulama, terutama saat peringatan Maulid Nabi dan momen-momen keagamaan lainnya.

“Burdah mengajak kita untuk mencintai Rasulullah secara total. Bukan hanya lisan, tetapi juga perbuatan. Inilah yang ingin kita tanamkan kembali kepada generasi Muslimat NU di era digital ini,” lanjutnya.

Acara ini dihadiri oleh ratusan jamaah Muslimat dari berbagai ranting di Kecamatan Prabumulih Timur. Tampak pula hadir tokoh-tokoh masyarakat, pengurus NU tingkat ranting, dan para penggerak majelis taklim di wilayah tersebut. (Al)

About Al Akbar Rahmat Ramadhan, M.Pd

Check Also

Yudisium Perdana ITSNUS Sumsel, Lahirkan Sarjana Informatika Berkualitas

NU Sumsel Online – Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Sriwijaya Sumatera Selatan (ITSNUS Sumsel) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *