Ketua PWNU Sumsel Tekankan Adab, Ketaatan, dan Tanggung Jawab kepada Pagar Nusa Palembang: “Pendekar Harus Ngaji dan Berakhlak”

NU Sumsel Online — Dalam upaya mempererat hubungan dan memperkuat nilai-nilai spiritual di tubuh organisasi, Pengurus Cabang Pagar Nusa Kota Palembang melakukan silaturahmi dengan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Selatan, KH M. Hendra Zainuddin Al Qodiri, di Kampus C Pondok Pesantren Aulia Cendikia, pada Senin (27/10).

Pertemuan tersebut berlangsung penuh kehangatan dan kekhidmatan. Dalam suasana yang sarat nilai-nilai ke-NU-an, para pendekar Pagar Nusa Palembang menerima wejangan penting dari KH M. Hendra Zainuddin Al Qodiri mengenai tiga hal utama yang menjadi pondasi kader Pagar Nusa, yakni adab, ketaatan, dan tanggung jawab.

Adab kepada guru dan sesama pendekar adalah hal yang utama, karena tanpa adab ilmu tidak akan membawa keberkahan,” ujar KH Hendra.

Menurutnya, adab merupakan akar dari keberkahan ilmu. Tanpa adab, silat dan segala kemampuan yang dimiliki seorang pendekar tidak akan membawa manfaat, baik bagi diri sendiri maupun bagi umat. Ia menegaskan bahwa kehebatan seorang pendekar bukan hanya diukur dari teknik bela diri, tetapi juga dari keluhuran akhlak dan kedalaman ilmu agamanya.

Selain adab, KH Hendra juga menekankan pentingnya ketaatan kepada organisasi dan ulama.

Taatlah kepada perintah organisasi dan para ulama, karena di situlah letak ridha Allah,” tuturnya.

Beliau menambahkan, organisasi Pagar Nusa bukan sekadar wadah untuk berlatih bela diri, melainkan juga tempat untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan dan pengabdian kepada agama dan bangsa. Dalam pandangannya, setiap anggota Pagar Nusa harus memiliki semangat ‘taat dan berkhidmat’sebagai bentuk cinta kepada Nahdlatul Ulama dan tanah air.

Baca Juga:  PMII UIN Raden Fatah Tanam Pohon di Halaman Kantor PWNU Sumsel

Ingat, Pagar Nusa bukan sekadar silat. Pagar Nusa adalah pagar lahir batin bagi agama dan bangsa. Jadilah pendekar yang ngaji, berilmu, berakhlak, dan bermanfaat,” pesan KH Hendra menegaskan.

Dalam kesempatan itu, KH Hendra juga mengingatkan pentingnya tanggung jawab moral dan sosial setiap anggota dalam menjaga nama baik Pagar Nusa dan Nahdlatul Ulama.

Setiap tindakan pendekar mencerminkan wajah organisasi. Maka dari itu, bertanggung jawablah terhadap setiap perbuatan, baik di dunia nyata maupun di dunia digital,” ujarnya.

Ia berharap agar seluruh kader dan pendekar Pagar Nusa di Palembang mampu menjadi contoh bagi masyarakat, tidak hanya dalam hal kemampuan fisik, tetapi juga dalam perilaku dan kontribusi sosial.

Sementara itu, Ketua Pagar Nusa Kota Palembang, Esra Nugroho, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan arahan yang diberikan oleh Ketua PWNU Sumsel.

Kami sangat berterima kasih atas bimbingan dan wejangan KH Hendra. Pesan tentang adab, ketaatan, dan tanggung jawab akan menjadi pedoman kami dalam menjalankan amanah organisasi,” ujar Esra.

Baca Juga:  PK PMII UIN Raden Fatah Palembang Kecam Tayangan Trans7 yang Merendahkan Marwah Pesantren

Ia juga menegaskan bahwa Pagar Nusa Palembang akan terus memperkuat peran dan kontribusinya, baik di bidang pengkaderan maupun pengabdian masyarakat. Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengadakan sejumlah program pembinaan bagi anggota, seperti pelatihan disiplin spiritual, kegiatan sosial, dan penguatan ideologi Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah).

Kami ingin para pendekar Pagar Nusa tidak hanya tangguh di arena, tapi juga tangguh dalam akhlak dan pengabdian,” tambahnya.

Silaturahmi ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara PWNU Sumsel dan Pagar Nusa Kota Palembang. Melalui bimbingan langsung dari KH Hendra Zainuddin Al Qodiri, diharapkan lahir generasi pendekar muda yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki karakter religius, nasionalis, dan berintegritas.

“Silaturahim bukan sekadar tradisi sosial, melainkan ajaran luhur yang menjadi sumber kekuatan, keberkahan, dan keselamatan lahir batin,” pungkasnya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa Pagar Nusa lahir bukan hanya sebagai organisasi bela diri, melainkan juga benteng moral dan spiritual umat Islam di bawah naungan Nahdlatul Ulama.

Dengan penuh semangat, para pendekar yang hadir menyatakan kesiapan mereka untuk terus menjaga marwah organisasi dan melanjutkan perjuangan para ulama. Mereka juga berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI dan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah. (Al)

About Al Akbar Rahmat Ramadhan, M.Pd

Check Also

Yudisium Perdana ITSNUS Sumsel, Lahirkan Sarjana Informatika Berkualitas

NU Sumsel Online – Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Sriwijaya Sumatera Selatan (ITSNUS Sumsel) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *