Dr. H. Baryadi, MM Wakil Bendahara PWNU Sumsel

H. Baryadi Wakil Bendahara PWNU Sumsel Dorong Penguatan NU hingga Akar Rumput dan Ekonomi Kerakyatan

NU Sumsel Online – Wakil Bendahara Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Selatan, Dr. HMC Baryadi, MM, menyampaikan komitmennya untuk memperkuat peran Nahdlatul Ulama (NU) hingga ke tingkat paling bawah.

Menurutnya, meskipun NU telah menjadi organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan terbesar di Indonesia, upaya untuk mengembangkan dan memasyarakatkan NU harus terus dilakukan secara berkelanjutan.

“NU sudah besar, tetapi itu harus terus dipertahankan. Kita tidak boleh berhenti di sini, melainkan harus terus mengembangkan dan memasyarakatkan NU,” ujar Dr. HMC Baryadi saat ditemui di kantor PWNU Sumsel, Senin (5/5).

Ia menekankan pentingnya keberadaan NU bukan hanya di level pengurus, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Baginya, NU harus hadir dan memberikan manfaat hingga ke masyarakat akar rumput.

“Jadi NU harus sampai ke tingkatan paling bawah, jangan hanya cukup di pengurus, tetapi NU harus ada di masyarakat,” harapnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Dr. HMC Baryadi berencana menjalankan berbagai program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Program-program ini bertujuan tidak hanya mempertahankan eksistensi NU, tetapi juga memberdayakan warganya secara holistik. Salah satu program yang menjadi fokusnya adalah kegiatan-kegiatan yang mampu menumbuhkan jiwa Nahdliyin di setiap ranting.

“Misalnya dari ranting paling bawah membuat suatu kegiatan yang membuat jiwanya NU, apakah itu dengan pengajian, PDPKP NU, sholawatan, ataupun kegiatan NU lainnya,” jelas pria asal Yogyakarta ini.

Tak hanya fokus pada aspek keagamaan, Dr. HMC Baryadi juga menaruh perhatian besar pada pengembangan ekonomi kerakyatan di lingkungan Nahdlatul Ulama. Menurutnya, potensi ekonomi di pedesaan masih sangat besar untuk dikembangkan dengan pola pemberdayaan berbasis komunitas.

“Kita kembangkan ekonomi kerakyatan yang ada di daerah. Ekonomi kerakyatan bisa dilakukan dengan bantuan bibit sayur-sayuran, ayam, maupun kambing. Karena di pedesaan masih ada lahan untuk mengembangkan potensi itu,” ungkapnya.

Baca Juga:  PWNU Sumsel Gelar Ziarah Wali Ogan Ilir di Desa Burai

Ia meyakini bahwa dengan mengintegrasikan kegiatan keagamaan dan pemberdayaan ekonomi, NU akan semakin kokoh di tengah masyarakat. Dr. HMC Baryadi menambahkan, model pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas ini sejalan dengan nilai-nilai yang dipegang Nahdlatul Ulama, yakni menumbuhkan kemandirian tanpa meninggalkan kearifan lokal.

Dalam implementasinya, program ekonomi kerakyatan ini akan melibatkan warga NU di tingkat ranting untuk bersama-sama mengelola bantuan yang diberikan. Dengan demikian, keberlanjutan program dapat terjaga dan manfaatnya dirasakan secara merata.

“Kita ingin program ini bukan hanya sekali jalan, tapi berkesinambungan. Harus ada pendampingan agar hasilnya optimal,” imbuhnya.

Sebagai Wakil Bendahara PWNU Sumsel, Dr. HMC Baryadi juga menegaskan komitmennya dalam mendukung keuangan organisasi agar tetap sehat dan mampu mendanai berbagai kegiatan.

Ia mengajak seluruh kader NU untuk berpartisipasi aktif, baik dalam kegiatan keagamaan maupun ekonomi, guna memperkuat posisi NU di masyarakat.

“NU harus menjadi pelopor dalam membangun masyarakat, baik dalam aspek keagamaan maupun kesejahteraan. Kita semua punya tanggung jawab untuk menjaga dan mengembangkan NU agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman,” tandasnya.

Perjalanan Kisah Dr. HMC Baryadi, MM

Dr. HMC Baryadi, MM, adalah sosok inspiratif yang meniti perjalanan dari latar belakang sederhana hingga menjadi tokoh penting dalam bidang ekonomi dan keagamaan di Sumatera Selatan. Lahir dari keluarga petani di Yogyakarta, Baryadi menunjukkan semangat pantang menyerah dalam mengejar pendidikan dan karier.

Setelah menyelesaikan pendidikan di SMEA Nusa Tempel Yogyakarta pada tahun 1975, Baryadi merantau ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. Ia sempat bekerja sebagai sales di PT Unilever dan staf tata usaha di sebuah sekolah menengah. Namun, ketidakpuasan terhadap pekerjaan tersebut mendorongnya untuk terus mencari peluang yang lebih baik.

Pada tahun 1979, Baryadi pindah ke Lampung dan bekerja di koperasi simpan pinjam yang melayani masyarakat pedesaan. Pengalaman ini menjadi tonggak awal ketertarikannya pada dunia koperasi dan keuangan mikro. Setelah dua tahun, ia kembali ke Jakarta dan bekerja sebagai tim audit di sebuah perusahaan swasta hingga tahun 1986.

Baca Juga:  PWNU Sumsel Gandeng Sinar Mas, Siapkan Asuransi Kerja untuk Pengurus

Dengan modal pengalaman dan semangat wirausaha, pada tahun 1987, Baryadi merantau ke Palembang dan mendirikan Koperasi Beringin. Koperasi ini bertujuan membantu masyarakat mengatasi jeratan rentenir. Respon positif dari masyarakat membuat koperasi tersebut berkembang pesat.

Melihat peluang dari kebijakan pemerintah pada tahun 1988 yang memperbolehkan pendirian Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Baryadi mendirikan lima unit BPR di berbagai daerah, termasuk Pangkalan Balai, Prabumulih, Tanjung Raja, dan Jambi. Usahanya terus berkembang, dan hingga kini, ia telah membangun 35 kantor pusat BPR dengan 90 kantor cabang di seluruh Indonesia.

Tidak berhenti di sektor keuangan, Baryadi juga merambah ke berbagai bidang usaha lainnya, seperti pembiayaan otomotif, peternakan ayam dan sapi, perkapalan, serta perhotelan. Pada tahun 2000, ia mendirikan PT Surya Abadi Morindo yang bergerak di bidang pembiayaan kendaraan bermotor. Kemudian, pada tahun 2009, ia mengembangkan usaha peternakan ayam di Sulawesi Selatan dan penggemukan sapi di Klaten, Jawa Tengah. Pada tahun 2010, ia mendirikan perusahaan perkapalan di Surabaya untuk mempercepat distribusi barang di wilayah timur Indonesia. Selain itu, bersama almarhum Dr. DL Sitourus, ia membangun hotel dengan nama Sutanraja yang tersebar di berbagai daerah.

Di bidang olahraga, Baryadi pernah menjabat sebagai Manajer Sriwijaya FC (SFC) dan membawa klub tersebut meraih double winner pada tahun 2007 dengan menjuarai Liga Djarum Indonesia XIII dan Copa Indonesia III. Keberhasilan ini menjadikan SFC sebagai klub pertama di Indonesia yang meraih dua gelar bergengsi dalam satu musim. (Al)

About Al Akbar Rahmat Ramadhan, M.Pd

Check Also

Yudisium Perdana ITSNUS Sumsel, Lahirkan Sarjana Informatika Berkualitas

NU Sumsel Online – Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Sriwijaya Sumatera Selatan (ITSNUS Sumsel) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *