NU Sumsel Online — Dalam rangka menyemarakkan peringatan 100 Tahun Nahdlatul Ulama versi miladiyah, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Selatan akan menggelar khitanan massal gratis bagi 100 anak yatim dan dhuafa. Kegiatan sosial ini dijadwalkan berlangsung pada 17 Desember 2025 di Kantor PWNU Sumsel, Jalan Mayor Salim Batubara, Lorong Nurul Huda, Kota Palembang.
Program khitanan massal PWNU Sumsel ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan sosial-keagamaan yang dipusatkan untuk menyongsong satu abad perjalanan Nahdlatul Ulama, yang puncak peringatannya jatuh pada 31 Januari 2026. Melalui kegiatan ini, PWNU Sumsel menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya kelompok rentan yang membutuhkan dukungan nyata.
Ketua PWNU Sumatera Selatan, KH M. Hendra Zainuddin Al Qodiri, menyampaikan bahwa kegiatan khitanan massal tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk pengabdian NU kepada umat. Menurutnya, usia satu abad NU harus dimaknai dengan memperkuat peran sosial dan kemanusiaan.
“Khitanan massal ini merupakan bagian dari rangkaian menyongsong 100 tahun Nahdlatul Ulama versi miladiyah. Kami ingin momentum satu abad NU benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya anak-anak yatim dan dhuafa,” ujar KH Hendra saat dikonfirmasi, Senin (16/12).
Ia menambahkan, kegiatan khitanan massal PWNU Sumsel ini juga menjadi sarana mempererat hubungan jamiyah NU dengan masyarakat luas. Dengan semangat khidmah, NU diharapkan terus menjadi organisasi keagamaan yang solutif dan responsif terhadap persoalan sosial.
“NU tidak hanya bicara soal dakwah dan pendidikan, tetapi juga hadir dengan aksi nyata. Khitanan massal ini adalah salah satu wujud kepedulian NU terhadap kesehatan dan masa depan generasi muda,” tegasnya.
KH Hendra berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh struktur NU, baik di tingkat cabang hingga ranting, untuk terus menghidupkan tradisi kepedulian sosial.
“Satu abad NU harus menjadi titik tolak untuk memperkuat peran sosial keumatan. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan menjadi amal jariyah bagi kita semua,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PW Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Sumsel, Ustaz Reza Fahlevi, S.KM, menjelaskan bahwa kegiatan khitanan massal gratis ini merupakan bagian dari program kerja rutin LKNU Sumsel. Program tersebut secara khusus ditujukan untuk membantu anak-anak yatim dan dhuafa yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan.
“Kegiatan khitanan massal ini adalah program rutin LKNU Sumsel. Setiap tahun kami berupaya menghadirkan layanan kesehatan gratis, termasuk khitan, bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu,” jelas Ustaz Reza.
Menurutnya, layanan kesehatan dasar seperti khitan sering kali menjadi beban bagi keluarga dhuafa. Oleh karena itu, LKNU Sumsel berupaya meringankan beban tersebut melalui program yang terencana dan berkelanjutan.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya LKNU Sumsel telah melaksanakan berbagai kegiatan sosial di bidang kesehatan.
“Sekitar dua bulan lalu, kami juga menggelar cek kesehatan gratis bekerja sama dengan PMI Sumatera Selatan dalam rangka bakti sosial. Ini menunjukkan bahwa NU Sumsel konsisten bergerak di bidang kesehatan masyarakat,”tambahnya.
Rangkaian kegiatan sosial seperti khitanan massal PWNU Sumsel diharapkan dapat menjadi simbol bahwa NU di usia satu abad tetap setia pada nilai-nilai dasar perjuangannya, yakni berkhidmah untuk umat, bangsa, dan negara. Momentum 100 tahun NU versi miladiyah ini pun dimanfaatkan PWNU Sumsel untuk memperkuat sinergi antar-lembaga dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. (Al)
NU Sumsel