NU Sumsel Online – Peringatan Hari Lahir (Harlah) Satu Abad Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan oleh PWNU Sumatera Selatan berlangsung khidmat di Graha Bandara Insani Talang Jambe, Palembang (16/2).
Ribuan jamaah Nahdliyin dari berbagai kabupaten dan kota se-Sumatera Selatan, sebagai bentuk syukur dan refleksi perjalanan panjang organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Suasana kegiatan berlangsung penuh kekhidmatan dan sarat nilai-nilai keislaman serta ke-NU-an, mencerminkan semangat persatuan, moderasi beragama, dan pengabdian kepada umat serta bangsa.
Ketua PWNU Sumatera Selatan, KH. M Hendra Zainudin Al Qodiri, mengatakan bahwa peringatan satu abad Nahdlatul Ulama menjadi momentum refleksi perjuangan dan penguatan peran NU di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa Harlah ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan bentuk rasa syukur atas kontribusi NU dalam menjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah, memperkuat persatuan umat, serta menjaga keutuhan bangsa.
“Peringatan satu abad Nahdlatul Ulama ini adalah momentum muhasabah atas perjuangan para ulama dan Nahdliyin.
Harapan kami ke depan, NU Sumatera Selatan semakin solid, terus berkontribusi dalam pembangunan daerah, serta menjadi garda terdepan dalam menjaga Islam yang moderat, toleran, dan rahmatan lil ‘alamin,” ujarnya.
Penyerahan Penghargaan NU Sumsel Award
Dalam kesempatan tersebut, PWNU Sumatera Selatan juga memberikan penghargaan kepada para tokoh yang dinilai berjasa dalam pembangunan dan pengembangan NU di Sumatera Selatan, berdasarkan Surat Nomor: 145/PW.03/A.I.01.71/6/02/2026 tentang Daftar Penerima Penghargaan NU Sumsel Award Satu Abad Nahdlatul Ulama.
Beberapa tokoh penerima penghargaan di antaranya:
• Herman Deru – Tokoh Pengayom NU Sumsel
• Ratu Dewa – Tokoh Pengayom NU Palembang
• Syafitri Irwan – Tokoh Pembina Generasi Muda NU Sumsel
• KH. Amin Dimyati Hamzah – Tokoh Panutan NU Sumsel
• H. Awaluddin Burhanan – Tokoh Pemberi Tanah Wakaf
• Hj. R.A. Mariamah Effendi Akib – Tokoh Pemberi Tanah Wakaf
• Dr. KH. Amiruddin Nahrawi, M.Pd – Tokoh Penggerak NU Sumsel
• serta para perintis PCNU dari 17 kabupaten dan kota se-Sumatera Selatan.
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh penerima penghargaan dan jajaran pengurus NU Sumsel.
“Ulang tahun ini adalah cermin dari apa yang telah kita lakukan, apa yang sedang kita lakukan, dan apa yang kita rencanakan ke depan. Saya mengapresiasi kepemimpinan KH. Hendra Zainudin Alqodiri yang berhasil menyatukan dan memperkuat kekompakan NU Sumsel,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa moderasi beragama bukan berarti memodernisasi agama, melainkan menjaga keseimbangan, toleransi, dan saling menghormati antarumat beragama.
Menurutnya, kekompakan Nahdlatul Ulama selama satu abad menjadi bukti kekuatan organisasi dalam berbagai sektor kehidupan, baik keagamaan, sosial, politik, maupun pemerintahan.
Hadir Berbagai Tokoh dan Unsur Pemerintah
Kegiatan ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat, di antaranya:
• Gubernur Sumatera Selatan beserta jajaran pejabat pemerintah provinsi
• Anggota DPRD Sumatera Selatan Nasrul Halim
• Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Sumatera Selatan
• Wali Kota Palembang
• Ketua PCNU dari 18 kabupaten/kota
• Tokoh lintas agama
• Pengurus Muslimat NU, Fatayat NU, badan otonom, serta lembaga-lembaga NU se-Sumatera Selatan.
Peringatan Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama Sumatera Selatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Rais Syuriah PWNU Sumsel, sebagai bentuk harapan agar Nahdlatul Ulama terus istiqamah dalam pengabdian kepada agama, bangsa, dan masyarakat. (Andika)
NU Sumsel