Resmi Dilantik, Pengurus RMI NU Sumsel Siap Perkuat Pesantren sebagai Pilar Peradaban dan Moderasi

NU Sumsel Online — Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Selatan resmi melantik jajaran pengurus baru Lembaga Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama (NU) Sumatera Selatan di Pondok Pesantren Ar-Rahman, Senin (26/01/2026).

Pelantikan ini mengusung tema besar “RMI dan Pesantren sebagai Pilar Peradaban, Merawat Tradisi, Meneguhkan Moderasi”, yang menegaskan komitmen NU dalam memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pembentukan karakter umat.

Pelantikan pengurus RMI NU Sumsel ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi kelembagaan pesantren di bawah naungan NU, sekaligus mempertegas peran RMI sebagai lembaga yang mengoordinasikan, membina, dan mengembangkan pesantren di wilayah Sumatera Selatan.

Ketua RMI NU Sumsel yang baru dilantik, KH. Muhsan, M.Pd.I, dalam sambutannya menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dan mengembangkan program-program yang telah dirintis oleh kepengurusan sebelumnya. Ia mengapresiasi dukungan para pendahulu dan menyatakan kesiapan RMI untuk bergerak lebih maju dengan sinergi yang kuat bersama PWNU.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Perjalanan RMI hari ini tidak terlepas dari jasa dan bimbingan ketua RMI terdahulu. Beliau terus memberikan support agar RMI semakin maju. Dengan pendampingan PWNU, kami optimis dapat melaksanakan program-program yang lebih baik ke depan,” ujar KH. Muhsan.

Baca Juga:  Pelantikan Pengurus IPNU–IPPNU UIN Palembang Teguhkan Komitmen Kebangsaan dan Kaderisasi Pelajar NU

Ia menambahkan bahwa pengurus RMI NU Sumsel berkomitmen untuk menjaga kekompakan, meningkatkan profesionalitas, serta menjalankan program kerja secara istiqamah demi kemajuan pesantren dan kesejahteraan umat.

“Dengan bimbingan PWNU, kami akan terus semangat dan insya Allah kompak, istiqamah dalam menjalankan banyak program. Mudah-mudahan seluruh masyarakat berkenan untuk bersinergi demi menghadirkan program terbaik bagi pesantren dan NU,” tambahnya.

KH. Muhsan juga menekankan bahwa pesantren harus terus diperkuat sebagai benteng akidah, pusat pengkaderan ulama, serta pilar penting dalam menjaga tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang moderat dan rahmatan lil ‘alamin.

Sementara itu, Ketua PWNU Sumatera Selatan, KH. M Hendra Zainuddin Al-Qodiri, dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi antara NU dan RMI dalam memperjuangkan kepentingan umat serta memperkuat peran pesantren di tengah tantangan zaman.

“NU dan RMI harus berjalan beriringan. Kita sama-sama berjuang untuk umat, membesarkan pesantren, dan menguatkan peran NU di Sumatera Selatan. Semoga NU semakin berkembang dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas KH. Hendra.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk kerja sama RMI dengan berbagai pihak strategis, salah satunya dengan sektor perbankan syariah, dalam mendukung kemandirian ekonomi pesantren.

Baca Juga:  Muslimat NU Sumsel Gelar PD-PKPNU Angkatan I, Cetak Kader Penggerak Berjiwa Aswaja

“Hari ini kita buktikan bahwa RMI bisa bersinergi dengan BSI. Ini penting untuk terus dijaga, dengan koordinasi yang baik dan komitmen memberikan yang terbaik bagi NU di Sumatera Selatan,” pungkasnya.

Menurut KH. Hendra, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat, penguatan moderasi beragama, serta penggerak sosial yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

RMI NU Sumsel ke depan menargetkan berbagai program strategis, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan pesantren, penguatan manajemen kelembagaan, digitalisasi administrasi pesantren, hingga pengembangan kemandirian ekonomi berbasis pesantren. Selain itu, RMI juga berkomitmen untuk memperluas jejaring kerja sama dengan pemerintah, lembaga keuangan syariah, dunia usaha, serta organisasi masyarakat guna mendukung keberlanjutan pesantren.

Pelantikan ini sekaligus menjadi tonggak awal bagi pengurus RMI NU Sumsel untuk berkontribusi lebih besar dalam membangun peradaban Islam yang berakar pada tradisi, namun tetap terbuka terhadap inovasi dan moderasi. Pesantren sebagai pusat pendidikan karakter diharapkan mampu melahirkan generasi santri yang tidak hanya alim secara keilmuan, tetapi juga berakhlak mulia, cinta tanah air, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. (Okta)

About Al Akbar Rahmat Ramadhan, M.Pd

Check Also

Pelantikan LAZISNU Sumsel di Ponpes Aulia Cendekia, PWNU Teguhkan Peran NU dalam Aksi Kemanusiaan

NU Sumsel Online — Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Selatan kembali menegaskan komitmennya dalam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *