Seminar Radikalisme

Radikalisme di Kampus: PCNU Palembang Tawarkan 5 Strategi Pencegahan

NU Sumsel Online – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang menggelar Seminar Radikalisme bertajuk “Upaya Penanganan dan Pencegahan Penyebaran Paham Radikal di Lembaga Pendidikan”, pada Rabu (28/5/2025), bertempat di Aula Rafa Tower.

Hadir sebagai narasumber, Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Palembang, Kyai Dr (C) Abdul Malik Syafei, MH.

Dalam paparannya, Abdul Malik secara lugas menjelaskan perbedaan antara radikalisme dan terorisme serta mengapa lembaga pendidikan menjadi lahan subur penyebaran paham tersebut.

“Radikalisme adalah sikap atau paham yang ingin melakukan perubahan secara drastis dengan cara-cara yang tidak sesuai konstitusi, sedangkan terorisme adalah tindak kekerasan yang dilakukan untuk menimbulkan ketakutan dalam rangka mencapai tujuan politik atau ideologi tertentu,” jelas dosen IAINU Sumsel ini.

Ia juga memaparkan alasan utama mengapa lembaga pendidikan, khususnya perguruan tinggi, menjadi tempat yang rentan terhadap infiltrasi radikalisme. Menurutnya, ada tiga faktor utama yang menjadi pintu masuk paham tersebut.

“Pertama, idealisme mahasiswa yang tinggi membuat mereka mudah tertarik pada gagasan-gagasan besar, termasuk ideologi radikal. Kedua, mereka sedang dalam fase pencarian identitas, sehingga mudah terpengaruh oleh narasi yang menjanjikan ‘kepastian’ atau ‘kebenaran tunggal’. Ketiga, akses informasi yang sangat mudah melalui media sosial dan internet menjadi saluran cepat bagi penyebaran doktrin radikal,” terangnya.

Baca Juga:  Ketua PWNU Sumsel Ajak Masyarakat Hadiri Haul ke-18 KH M. Zen Syukri: Momentum Mengenang Ulama Karismatik Palembang

Dalam seminar radikalisme tersebut, mahasiswa program doktoral Ilmu Hukum Unissula, Semarang ini menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama sejak awal berdiri telah menanamkan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah yang moderat, toleran, dan inklusif. Inilah, menurutnya, benteng utama dalam menghadapi arus radikalisme yang semakin menguat di berbagai sektor, termasuk pendidikan.

“Islam yang diajarkan NU adalah Islam yang penuh kasih sayang, menghargai perbedaan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan. Inilah yang kita sebut Islam Nusantara. Prinsip ini menjadi pegangan utama dalam menghadapi segala bentuk ekstremisme,” ujar Abdul Malik.

Lebih jauh, ia menyampaikan langkah-langkah konkret yang telah dan perlu dilakukan untuk mencegah radikalisme di lingkungan pendidikan. Langkah-langkah tersebut mencakup:
1. Penguatan Pemahaman Agama yang Moderat.
Lembaga pendidikan harus memperkuat materi keagamaan yang menanamkan nilai rahmatan lil ‘alamin dan memperkenalkan tokoh-tokoh ulama moderat.
2. Pendidikan Multikultural dan Toleransi.
Mahasiswa perlu dibekali dengan pemahaman keberagaman, baik agama, suku, maupun budaya, agar tidak mudah terjebak dalam sikap eksklusif.
3. Literasi Digital dan Media.
Mengingat penyebaran radikalisme banyak terjadi di ruang digital, maka pendidikan literasi media menjadi penting agar mahasiswa tidak mudah terprovokasi berita bohong atau narasi kebencian.
4. Peran Dosen dan Civitas Akademika.
Tenaga pendidik harus proaktif menjadi teladan dalam menyampaikan pesan-pesan moderasi dan menjadi penyeimbang dalam diskursus keagamaan di kampus.
5. Keterlibatan Alumni dan Organisasi Kemahasiswaan.
Aktivitas organisasi mahasiswa seperti PMII, IPNU, dan lainnya bisa menjadi ruang strategis untuk pembinaan karakter dan pemahaman kebangsaan.

Baca Juga:  PWNU Sumsel Gelar Safari Lailatul Ijtima’ di 17 PCNU: Perkuat Silaturahmi dan Konsolidasi Organisasi

Sebagai penutup, Kyai Abdul Malik mengingatkan pentingnya menanamkan kecintaan terhadap tanah air sebagai bagian dari iman, sembari mengutip kaidah populer dari para ulama NU:

“Hubbul wathan minal iman – cinta tanah air adalah bagian dari iman. Ini bukan sekadar slogan, tapi prinsip hidup yang harus ditanamkan sejak dini, terutama di lingkungan pendidikan,” pungkasnya. (Al)

About Al Akbar Rahmat Ramadhan, M.Pd

Check Also

Yudisium Perdana ITSNUS Sumsel, Lahirkan Sarjana Informatika Berkualitas

NU Sumsel Online – Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Sriwijaya Sumatera Selatan (ITSNUS Sumsel) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *