PWNU Sumsel Resmi Lantik LBM NU Sumsel, Teguhkan Bahtsul Masail sebagai Ruh Gerakan Keilmuan NU

NU Sumsel Online — Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Selatan resmi melantik kepengurusan Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU Sumsel dalam sebuah prosesi khidmat yang digelar di Pondok Pesantren Aulia Cendekia, Kamis (8/1).

Pelantikan ini menjadi penanda penting penguatan tradisi keilmuan Nahdlatul Ulama di Sumatera Selatan, sekaligus menegaskan kembali Bahtsul Masail sebagai ruh dan jantung pemikiran NU.

Prosesi pelantikan LBM NU Sumsel dilakukan langsung oleh Katib Syuriah PWNU Sumsel, KH Syarif Chumas As.

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus PWNU Sumsel, para kiai, ulama, pengasuh pesantren, serta perwakilan pengurus cabang NU dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.

Ketua LBM NU Sumsel, KH Agus H. Quiduzzuhhad, menekankan bahwa ruh dan jati diri Nahdlatul Ulama sejatinya lahir dari tradisi Bahtsul Masail.

Ia menyebut bahwa sejak awal berdirinya NU, forum Bahtsul Masail telah menjadi medium utama para kiai dalam merumuskan sikap keagamaan dan kebangsaan.

Baca Juga:  Terima SK Pengesahan, PWNU Sumsel Segera Dilantik

“Roh NU itu lahir di Bahtsul Masail. NU ini berdiri dari tradisi diskusi ilmiah para ulama yang membahas persoalan umat secara mendalam, hati-hati, dan bertanggung jawab. Maka menghidupkan LBM NU Sumsel berarti menghidupkan kembali ruh NU itu sendiri,” kata KH Agus.

Ia menambahkan, ke depan LBM NU Sumsel akan menggelar kegiatan Bahtsul Masail secara bergiliran di seluruh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Sumatera Selatan. Langkah ini bertujuan untuk memperluas partisipasi ulama daerah, sekaligus memperkuat jaringan keilmuan NU hingga ke tingkat akar rumput.

“Kami ingin Bahtsul Masail tidak hanya terpusat di wilayah, tetapi juga hidup di cabang-cabang. Dengan sistem bergiliran di PCNU se-Sumsel, kami berharap terjadi kaderisasi ulama dan penguatan kapasitas keilmuan di daerah,” jelasnya.

Pelantikan LBM NU Sumsel ini juga mendapat dukungan penuh dari Ketua PWNU Sumsel, KH M. Hendra Zainuddin Al Qodiri. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen PWNU Sumsel untuk selalu mensupport seluruh kegiatan LBM sebagai bagian dari penguatan peran NU di bidang keilmuan dan keagamaan.

Baca Juga:  Jelang Muswil V Jatman NU Sumsel: Konsolidasi Internal Jadi Kunci Hadapi Tantangan Zaman

“PWNU Sumsel akan selalu mendukung kegiatan LBM NU Sumsel. Bahtsul Masail adalah marwah NU. Kalau Bahtsul Masail hidup, maka NU akan tetap kokoh dan relevan menjawab tantangan zaman,” tegas KH Hendra.

Bahkan, KH Hendra secara khusus meminta agar pelaksanaan Bahtsul Masail ke depan juga dapat digelar di Kantor PWNU Sumsel. Menurutnya, hal tersebut penting untuk menjadikan kantor PWNU bukan sekadar pusat administrasi, tetapi juga pusat kajian dan diskursus keilmuan NU.

“Saya minta nanti Bahtsul Masail dilakukan di kantor PWNU Sumsel. Biar kantor PWNU benar-benar hidup, menjadi pusat musyawarah, kajian, dan pengambilan keputusan keagamaan,” ungkapnya.

Dengan dilantiknya kepengurusan LBM NU Sumsel, PWNU Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus merawat tradisi intelektual NU, memperkuat peran ulama, serta menghadirkan solusi keagamaan yang moderat, berimbang, dan maslahat bagi umat. (Al)

About Al Akbar Rahmat Ramadhan, M.Pd

Check Also

Merawat Ingatan Sejarah Lewat Doa dan Budaya: LESBUMI NU Sumsel Kenang Pahlawan Pertempuran 5 Hari 5 Malam Palembang

NU Sumsel Online— Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama Sumatera Selatan kembali menegaskan perannya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *