NU Sumsel Online- Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Palembang menyambut pergantian tahun dengan menggelar ziarah dan doa bersama di makam ulama besar Palembang, Masagus Kiai H. Abdul Hamid bin Mgs. H. Mahmud (Kiai Marogan). Kegiatan ini menjadi bagian dari program religius PC PMII sebagai ikhtiar menutup akhir tahun dengan muhasabah, doa, serta mengenang perjuangan para ulama. Minggu, 28 Desember 2025
Ziarah yang diikuti oleh jajaran pengurus dan kader PMII tersebut diawali dengan pembacaan tawasul, tahlil, dan doa akhir tahun yang dipanjatkan secara khusyu. Tradisi ini merupakan amaliyah yang telah lama hidup dalam Nahdlatul Ulama (NU), sekaligus menjadi identitas gerakan PMII sejak berdiri pada 17 April 1960 sebagai organisasi mahasiswa yang berpijak pada nilai Ahlussunnah wal Jama’ah.
Bendahara PC PMII Kota Palembang, Andika Maulana, S.Sos, menyampaikan bahwa kegiatan ziarah ini dikholifahi sebagai bentuk khidmah spiritual dan penguatan batin kader PMII dalam menyongsong tahun baru.
“Ziarah ini kami niatkan sebagai wasilah, bertawasul kepada Allah SWT melalui para ulama yang shalih. Kegiatan kami tutup dengan doa akhir tahun yang khusyu, agar seluruh ikhtiar dan langkah perjuangan PMII ke depan senantiasa diberkahi dan berada dalam ridha Allah,” ujar Andika.
Ia menambahkan bahwa mengenang perjuangan Kiai Marogan dan para ulama Nusantara bukan sekadar tradisi, tetapi bagian dari upaya menanamkan kesadaran historis dan spiritual bahwa Islam di Palembang tumbuh melalui dakwah yang penuh hikmah, ilmu, dan pengorbanan.
Sementara itu, Ketua PC PMII Kota Palembang, Indra Kusumah, S.Sos, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan refleksi dari jati diri PMII sebagai organisasi kader yang lahir dari rahim NU dan perjuangan ulama.
“PMII tidak boleh tercerabut dari akar sejarah dan nilai-nilai keislaman. Menyambut tahun baru adalah momentum untuk memperkuat spiritualitas. Kami mengajak seluruh kader dan generasi muda Islam untuk menghidupkan kembali giat-giat islami—berdoa, bertawasul, ziarah ulama—sebagai bekal menjaga keberkahan dan arah perjuangan,” tegas Indra.
Menurutnya, PMII harus terus melahirkan kader yang tidak hanya kritis secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual, sebagaimana teladan para ulama NU yang menggabungkan ilmu, amal, dan pengabdian sosial.
Melalui kegiatan Menapak Tilas Jejak Ulama, PC PMII Kota Palembang berharap nilai-nilai ke-NU-an dan ke-PMII-an semakin mengakar dalam diri kader, sekaligus menjadi peneguh langkah menyongsong tahun baru dengan semangat doa, tawasul, dan khidmah kepada umat serta bangsa. (Andika)
NU Sumsel