NU Sumsel Online — Menyongsong peringatan 100 Tahun Nahdlatul Ulama (NU) versi miladiyah, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Selatan kembali menegaskan perannya sebagai organisasi keagamaan yang konsisten hadir di tengah masyarakat.
Melalui kerja sama dengan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Sumsel, PWNU Sumsel menggelar khitanan massal PWNU Sumsel gratis bagi 100 anak yatim dan dhuafa di Kantor PWNU Sumsel, Jalan Mayor Salim Batubara, Lorong Nurul Huda, Kota Palembang, Rabu (17/12).
Kegiatan sosial tersebut menjadi salah satu rangkaian utama dalam agenda besar menyambut satu abad perjalanan NU, yang puncak peringatannya akan berlangsung pada 31 Januari 2026.
Sejak pagi hari, ratusan orang tua bersama anak-anak tampak antusias mendatangi lokasi kegiatan. Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa kuat, mencerminkan nilai gotong royong dan kepedulian sosial yang selama ini menjadi karakter khas Nahdlatul Ulama. Panitia tampak sigap melayani peserta, mulai dari proses pendaftaran, pemeriksaan kesehatan, hingga pelaksanaan khitan oleh tenaga medis profesional.
Ketua LKNU Sumsel, Reza Fahlevi, SKM, menjelaskan bahwa khitanan massal PWNU Sumselmerupakan bagian dari kontribusi nyata NU di bidang kesehatan masyarakat, khususnya bagi kalangan yang membutuhkan perhatian lebih.
“Alhamdulillah, hari ini kami melaksanakan khitanan massal bagi 100 anak yatim dan dhuafa. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyongsong 100 tahun Nahdlatul Ulama versi miladiyah,” ujar Reza Fahlevi kepada NU Sumsel Online.
Ia menambahkan, program tersebut tidak akan terlaksana dengan baik tanpa dukungan berbagai pihak yang selama ini menjadi mitra strategis NU dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Reza pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh sponsor dan pendukung kegiatan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Paguyuban Sinar Mas, BSI Maslahat, Bank Syariah Indonesia (BSI), Pegadaian, Rumah Khitan Refah Medika, serta Lembaga Manajemen Infaq. Tanpa dukungan mereka, acara ini tentu tidak dapat berjalan maksimal. Ini juga merupakan bagian dari program kerja LKNU Sumsel,” katanya.
Lebih lanjut, Reza Fahlevi mengungkapkan bahwa ke depan LKNU Sumsel memiliki rencana besar untuk memperkuat layanan kesehatan berbasis keumatan. Salah satunya adalah pembangunan klinik kesehatan NU yang direncanakan menjadi klinik pertama milik Nahdlatul Ulama di Sumatera Selatan.
“Insya Allah, dalam waktu dekat LKNU Sumsel akan membangun klinik kesehatan. Ini merupakan ikhtiar jangka panjang NU dalam memberikan pelayanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PWNU Sumatera Selatan, KH M. Hendra Zainuddin Al Qodiri, menegaskan bahwa khitanan massal PWNU Sumsel bukan sekadar agenda seremonial menyambut peringatan satu abad NU. Menurutnya, kegiatan ini merupakan manifestasi dari khidmah NU yang sesungguhnya, yakni hadir untuk umat dan memberi manfaat nyata.
“Satu abad Nahdlatul Ulama harus kita maknai dengan memperkuat peran sosial dan kemanusiaan. NU tidak boleh hanya besar dalam struktur, tetapi juga harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutur KH Hendra.
Ia juga menyampaikan bahwa NU sejak awal berdiri memiliki komitmen kuat dalam bidang pendidikan, dakwah, sosial, dan kesehatan. Oleh karena itu, kegiatan seperti khitanan massal menjadi simbol keberlanjutan perjuangan para pendiri NU dalam melayani umat.
Dengan penuh khidmat, KH Hendra secara resmi membuka kegiatan tersebut.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, khitanan massal dalam rangka 100 tahun Nahdlatul Ulama versi miladiyah secara resmi saya nyatakan dimulai,” tutupnya. (Al)
NU Sumsel