NU Sumsel Online — Penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan komitmen kebangsaan kembali ditegaskan dalam kegiatan DTD Ansor Banser PALI tahun 2026 yang digelar di Pondok Pesantren Darussalam Pengabuan, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
Kegiatan pengkaderan tersebut menjadi momentum strategis bagi Nahdlatul Ulama dan badan otonomnya untuk meneguhkan peran keulamaan, keagamaan, serta kebangsaan di tengah dinamika masyarakat.
Kegiatan DTD Ansor Banser PALI ini dihadiri langsung oleh Ketua PCNU Kabupaten PALI, Dr. KH. M. Erlin Susri, S.Sos.I., M.Pd.I., yang didampingi Ketua PC GP Ansor PALI, Sahabat Arismin, S.Pd., Ketua MWCNU Kecamatan Abab Ustaz Jhon Preser, serta Ketua LAZISNU PALI Nasrul yang akrab disapa Hadi Sultan.
Ketua PCNU PALI Dr. KH. M. Erlin Susri menekankan bahwa DTD Ansor Banser PALI bukan sekadar kegiatan pengkaderan formal, melainkan wahana strategis untuk menanamkan nilai-nilai ke-NU-an dan Aswaja secara mendalam kepada seluruh kader.
Menurutnya, pengkaderan tanpa pembinaan ideologis yang kuat akan membuat kader rapuh dalam menghadapi tantangan zaman.
“Pengkaderan itu penting, tetapi yang jauh lebih penting adalah pembinaan ke-NU-an dan ke-Aswajaan. Ansor dan Banser PALI harus memahami peran historis dan ideologis NU, sehingga setiap langkah pengabdian selalu berpijak pada nilai Aswaja,” ujar KH. Erlin Susri dalam penyampaian materinya di hadapan peserta DTD Ansor Banser PALI.
Ia menegaskan, komitmen Ansor dan Banser tidak hanya terbatas pada struktur organisasi, tetapi juga pada pengamalan nilai-nilai Aswaja NU dalam kehidupan sehari-hari. Baik sebagai pengurus maupun sebagai kader, Ansor Banser PALI dituntut menjadi teladan dalam menjaga ulama, menjaga agama, serta menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Ansor dan Banser adalah garda terdepan NU. Tugasnya jelas, menjaga ulama, menjaga agama, dan menjaga NKRI. Ini bukan slogan kosong, tetapi amanah ideologis yang harus diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ketua PCNU PALI juga menyoroti pentingnya sinergi antara NU, badan otonom, dan pemerintah. Menurutnya, NU dan Banom NU, termasuk Ansor dan Banser, memiliki kewajiban moral dan historis untuk membantu program-program pemerintah dalam membangun bangsa, baik diminta maupun tidak.
“NU dan Banom, diperintah atau tidak, wajib membantu pemerintah dalam mengisi dan membangun kemerdekaan. Namun di sisi lain, pemerintah juga harus hadir dan memberi ruang bagi harokah NU dalam membina masyarakat dan bangsa,” katanya.
KH. Erlin Susri mengingatkan bahwa NU memiliki saham besar dalam sejarah pendirian dan pembelaan kemerdekaan Republik Indonesia. Oleh karena itu, kontribusi NU dan Banom NU dalam pembangunan nasional tidak boleh dipandang sebelah mata.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PC GP Ansor PALI, Sahabat Arismin, S.Pd., menyampaikan bahwa DTD Ansor Banser PALI merupakan bagian dari ikhtiar GP Ansor dalam mencetak kader militan yang ideologis, berkarakter, dan siap mengabdi kepada masyarakat. Ia berharap, melalui kegiatan ini, kader Ansor Banser PALI semakin solid dan memiliki kesadaran kolektif untuk berkhidmat kepada NU, agama, dan bangsa.
“DTD ini adalah ruang konsolidasi kader. Kami ingin Ansor Banser PALI tidak hanya kuat secara fisik dan organisasi, tetapi juga matang secara ideologi dan spiritual,” ujar Arismin.
Sementara itu, Ketua MWCNU Kecamatan Abab, Ustaz Jhon Preser, mengapresiasi pelaksanaan DTD Ansor Banser PALI di wilayah Abab. Menurutnya, kehadiran kegiatan pengkaderan di lingkungan pesantren menjadi simbol kuat sinergi antara tradisi keilmuan pesantren dan gerakan kepemudaan NU.
“Pesantren adalah basis NU. Ketika DTD Ansor Banser PALI dilaksanakan di pesantren, ini menegaskan bahwa gerakan Ansor Banser tidak terlepas dari akar tradisi dan nilai keulamaan,” ungkapnya.
Kegiatan DTD Ansor Banser PALI tahun 2026 ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader Ansor Banser yang tidak hanya siap secara organisatoris, tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap nilai Aswaja, ke-NU-an, serta kebangsaan. Dengan demikian, Ansor Banser PALI dapat terus menjadi pilar penting dalam menjaga harmoni sosial, keutuhan NKRI, dan keberlangsungan perjuangan Nahdlatul Ulama di Bumi Serepat Serasan. (Al)
NU Sumsel