NU Sumsel Online – Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Sumsel terus menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama (NU). Pada Kamis (22/5/2025), jajaran pimpinan IAINU Sumsel melakukan audiensi dengan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sumatera Selatan (PWNU Sumsel) di kantor PWNU Sumsel.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Rektor IAINU Sumsel Prof. Dr. Ahmad Zainuri, M.Pd.I memimpin langsung audiensi dan disambut dengan penuh antusias oleh Ketua PWNU Sumsel, KH Hendra Zainuddin Al Qodiri beserta jajaran.
Rektor IAINU Sumsel menyampaikan bahwa sejak resmi berdiri pada tahun 2021 dan mulai menerima mahasiswa di tahun ajaran 2022-2023, institusi ini telah memiliki sekitar 200 mahasiswa aktif. Ia menjelaskan bahwa keberadaan IAINU merupakan bentuk nyata dari perjuangan pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama di Sumatera Selatan.
“IAINU ini punya jamaah, punya NU. Maka kami hadir untuk menyampaikan perkembangan sekaligus meminta petunjuk dan arahan terkait kebutuhan tanah, gedung, dan sistem perkuliahan agar kampus ini semakin kokoh,” ujar Prof. Zainuri.
Lebih lanjut, Prof. Zainuri menjelaskan bahwa saat ini IAINU tengah bersiap menghadapi proses akreditasi program studi (prodi) yang dimiliki. Saat ini, IAINU Sumsel menaungi enam prodi unggulan, yakni:
• Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam
• Prodi Psikologi Islam
• Prodi Ekonomi Syariah
• Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
• Prodi Manajemen Pendidikan Islam
• Prodi Pendidikan Agama Islam
Ketua PWNU Sumsel, KH Hendra Zainuddin Al Qodiri, menyampaikan apresiasi atas langkah-langkah mandiri yang telah dilakukan IAINU Sumsel. Ia menegaskan bahwa PWNU memiliki tanggung jawab moral dan organisatoris dalam mendukung pengembangan perguruan tinggi NU di Sumsel.
“PWNU berkewajiban untuk mendampingi IAINU Sumsel dalam mewujudkan program-programnya. Ini bagian dari khidmat kami kepada umat dan untuk masa depan pendidikan NU,” ungkap KH Hendra.
Sementara itu, Sekretaris PWNU Sumsel, Achmad Saifuddin Zuber, menambahkan bahwa Sumsel saat ini telah memiliki dua institusi pendidikan tinggi NU, yakni Institut Teknologi Sriwijaya Nahdlatul Ulama (ITS NU) dan Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Sumsel.
Ia berharap kedua lembaga ini dapat terus berkembang menjadi pusat keunggulan pendidikan tinggi di wilayah Sumatera Selatan.
“Kami berharap sinergi PWNU dan IAINU terus terjalin kuat. Mari kita jadikan kampus ini sebagai pilar kebangkitan intelektual NU di Sumsel,” pungkasnya. (Al)
NU Sumsel
Semoga dalam 5 tahun ke depan IAINU Sumsel dan ITSNU menjadi cikal bakal berdirinya Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sumsel.yang sudah sangat di rindukan okeh madysrakat dan pemeribtah sunsel setara dengan UNU lainnya yang sudah ada di wilayah Indonrsia dan luar negeri. Aamiin.
Semoga dalam 5 tahun ke depan IAINU Sumsel dan ITSNU menjadi cikal bakal berdirinya Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sumsel.yang sudah sangat di rindukan okeh madysrakat dan pemeribtah sunsel setara dengan UNU lainnya yang sudah ada di wilayah Indonrsia dan luar negeri. Aamiin.
Semoga dalam 5 tahun ke depan IAINU Sumsel dan ITSNU menjadi cikal bakal berdirinya Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sumsel.yang sudah sangat di rindukan okeh madysrakat dan pemeribtah sunsel setara dengan UNU lainnya yang sudah ada di wilayah Indonrsia dan luar negeri. Aamiin.