Peserta asal PWNU Sumsel

PWNU Sumsel Delegasikan 11 Kader Ikuti PMKNU Lampung

NU Sumsel Online — Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sumatera Selatan (PWNU Sumsel) mengirimkan 11 kader terbaiknya untuk mengikuti Pendidikan Menengah Kader Nahdlatul Ulama (PMKNU) yang digelar di Provinsi Lampung.

Kegiatan yang berlangsung mulai 9-13 Mei 2025 ini menjadi momentum penting dalam membentuk kader-kader NU yang siap berkhidmat untuk umat dan bangsa.

Ketua PWNU Sumsel, KH Hendra Zainuddin Al Qodiri, menyampaikan harapannya agar para peserta PMKNU mampu membawa pulang ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan untuk kemudian diaplikasikan di tengah masyarakat.

“Kami berharap kader-kader yang mengikuti PMKNU ini bisa menjadi pionir di daerahnya masing-masing. Ilmu yang didapat jangan hanya disimpan untuk diri sendiri, tapi harus diimplementasikan demi kemaslahatan umat,” ujar KH Hendra.

PMKNU sendiri merupakan program pengkaderan formal yang diselenggarakan oleh Nahdlatul Ulama untuk menyiapkan calon-calon pemimpin masa depan organisasi.

Ketua PBNU Dr. KH. Miftah Faqih, MA, M.Hum, memberikan wejangan yang sarat makna kepada para peserta.

“Persoalan seberat apapun akan terasa berat jika tidak dijalani bersama-sama. NU harus memiliki kaderisasi yang jelas,” tutur KH Miftah di hadapan para peserta.

Ia mengingatkan bahwa proses kaderisasi dalam NU sejatinya telah berlangsung sejak lama. Dahulu, para kyai melakukan pengkaderan melalui metode ngaji sorogan, sebuah cara belajar satu per satu antara santri dan kyai. Selain itu, ada pula metode ngintilan, yaitu santri yang mengikuti kyai untuk belajar melayani dan meruntuhkan ego.

“PMKNU ini saya sebut sebagai suluk tariqoh. Suluk itu meniscayakan keseriusan dan kedisiplinan. Pemimpin itu harus berani bersikap dan berani mengambil keputusan,” tegas KH Miftah.

Baca Juga:  Buku Sejarah NU Sumsel Diluncurkan, Ungkap Warisan Perjuangan Ulama Sejak 1926

Menurut KH Miftah, menjalani proses pengkaderan bukan semata-mata karena hobi atau sekadar senang menjadi pengurus. Pengkaderan adalah amanah organisasi yang harus dijalani dengan penuh tanggung jawab.

“Dalam pengkaderan ini ada tiga syarat utama, yaitu mursyid, murid, dan wirid. Semuanya harus dilandasi dengan rasa cinta. Pengkaderan ini seperti sholat yang ada takbiratul ihram dan salamnya, lengkap dengan rukun dan sunnah yang harus diikuti secara utuh,” jelasnya.

Tak hanya itu, KH Miftah juga menekankan bahwa masa kepemimpinan bukanlah sekadar jabatan yang akan berakhir begitu saja, tetapi akan dimintai pertanggungjawaban bahkan hingga akhirat.

“Masa kepemimpinan itu bukan dimisioner. Itu akan dihisab ila yaumil akhir,” ungkapnya penuh makna.

PMKNU Lampung kali ini diikuti oleh peserta dari berbagai provinsi di Indonesia, termasuk Sumatera Selatan. Para peserta akan mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari materi keorganisasian, ke-NU-an, hingga praktik lapangan yang bertujuan untuk mengasah kemampuan kepemimpinan dan pengabdian mereka di tengah masyarakat.

Selain itu, KH Miftah juga mengingatkan bahwa pengkaderan adalah proses seleksi untuk mereka yang terpilih.

“Allah merahmati siapa saja yang menjaga lisannya, mengenali zamannya, dan lurus jalannya. Pengkaderan ini adalah untuk orang-orang yang terpilih,” katanya.

Keikutsertaan 10 kader NU Sumsel ini diharapkan menjadi awal dari lahirnya pemimpin-pemimpin baru yang tidak hanya cakap secara organisatoris, tetapi juga memiliki keteladanan dalam perilaku dan pengabdian.

Baca Juga:  PWNU Sumsel Terima Kunjungan Anggota DPR RI H. Ishak Mekki

PWNU Sumsel menaruh harapan besar agar para kader yang dikirim dapat menjadi agen perubahan di daerah masing-masing, membawa semangat Nahdlatul Ulama dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara.

Tak hanya aspek intelektual, PMKNU juga menekankan pentingnya spiritualitas dalam kepemimpinan. Dalam tradisi NU, pemimpin bukan hanya sekadar organisatoris, tetapi juga sosok yang mampu memimpin dengan hati dan memberikan teladan.

“Pengkaderan ini seperti miqat, melepaskan status diri, memulai perjalanan baru dengan niat yang lurus,” tutup KH Miftah.

Dengan semangat kaderisasi ini, PWNU Sumsel berkomitmen untuk terus mencetak kader-kader terbaik yang siap melanjutkan estafet perjuangan Nahdlatul Ulama. PMKNU Lampung diharapkan menjadi momentum penting bagi para kader untuk menempa diri dan kembali ke daerah dengan semangat baru.

Salah satu peserta dari PWNU Sumsel Joemarthine Chandra mengungkapkan rasa syukur bisa mengikuti PMKNU di Provinsi Lampung.

“Alhamdulillah… Pembukaan sudah dilaksanakan dengan lancar dan meriah, selanjutnya materi pertama langsung di sampaikan oleh kiayi miftah faqih tentang pengantar umum, tujuan dan arah perjuangan kader termasuk promosi dan pendistribusian kader. Semua peserta sangat antusias dalam memahami apa yg disampaikan kiayi,” pungkasnya

Adapun nama-nama peserta dari PWNU Sumsel sebagai berikut:

1. Amril Amroni

2. H. Muhsin

3. Ery Erman

4. Anang Suroso

5. Sulaiman

6. Al Rosyidin

7. Muhammad Ali Hundani S. Ag.

8. Joemarthine Chandra

9. Sony Suharsono

10. Wahid Hasyim A.

11. Rizky

About Al Akbar Rahmat Ramadhan, M.Pd

Check Also

Yudisium Perdana ITSNUS Sumsel, Lahirkan Sarjana Informatika Berkualitas

NU Sumsel Online – Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Sriwijaya Sumatera Selatan (ITSNUS Sumsel) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *