Peringatan 40 Hari Wafatnya KH Mal An Abdullah: Sosok Penyejuk yang Selalu Dikenang

NU Sumsel Online – Muslimat NU Kota Palembang bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Palembang dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sumatera Selatan (PWNU Sumsel) menggelar tahlilan dan doa bersama memperingati 40 hari wafatnya Rois Syuriah PWNU Sumsel, KH Mal An Abdullah, pada Sabtu (5/7/2025) di Rumah Dinas Wali Kota Palembang.

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh para tokoh Nahdlatul Ulama, pengurus banom dan lembaga NU, serta masyarakat umum yang mengenang jasa dan keteladanan mendiang KH Mal An Abdullah.

Pembacaan Yasin dan tahlil dipimpin oleh Ustadz Abdan Syakuron dan Ustadz Sayuti Akhyar.

Dalam sambutannya, Wali Kota Palembang Drs. Ratu Dewa, M.Si, mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya KH Mal An. Ia mengenang pertemuan pertamanya dengan sang kiai yang berlangsung pada tahun 1987.

“Beliau selalu menjadi guru bagi saya sejak awal perjumpaan kami. Doa beliau adalah bagian penting dari perjalanan hidup saya hingga bisa menjadi Wali Kota Palembang. KH Mal An adalah sosok penyejuk bagi masyarakat dan selalu hadir dengan keteduhan,” ujar Ratu Dewa.

Baca Juga:  Muslimat NU Palembang Peringati Nujuh Hari KH Mal An Abdullah

Sementara itu, Ketua PWNU Sumsel, KH Hendra Zainuddin Al Qodiri, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang turut hadir dan mendukung kegiatan ini, terutama kepada Wali Kota Palembang, PCNU, banom, dan lembaga-lembaga NU.

“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang senantiasa hadir dalam kegiatan-kegiatan NU. Semoga akhlak dan khidmat KH Mal An Abdullah dapat kita teladani dan lanjutkan,” ujar KH Hendra.

Ia juga mendoakan agar seluruh pejuang NU, khususnya para kiai dan tokoh, diberikan husnul khotimah seperti almarhum KH Mal An Abdullah.

“Semoga kita bisa wafat seperti beliau, husnul khotimah, dan didoakan oleh banyak orang,” tambahnya.

Katib PWNU Sumsel KH Syarif Chumas Asywaly, yang juga merupakan putra ulama besar KH Muhammad Muddaris SM, memberikan testimoni pribadi mengenai kepribadian almarhum.

Baca Juga:  Konfercab Ke-III Muslimat NU Prabumulih: Dra. H. Istiqomah Terpilih Sebagai Ketua

“KH Mal An adalah sosok yang sederhana, rendah hati, dan tanpa ambisi saat memimpin. Ia menjadi tauladan sejati bagi kita semua,” ungkap KH Syarif.

Menurutnya, keberadaan KH Mal An di lingkungan NU telah memberikan energi spiritual dan moral yang besar bagi perjalanan organisasi.

KH Mal An Abdullah semasa hidup dikenal sebagai figur yang konsisten dalam khidmat keagamaan dan sosial. Ketaatannya dalam menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah menjadi inspirasi bagi seluruh pengurus NU di Sumatera Selatan.

Kegiatan peringatan 40 hari wafat ini menjadi bukti nyata bahwa NU Sumsel tetap solid dalam khidmat dan terus merawat silaturahmi dalam bingkai “NU Sumsel Satu Khidmat”.

Diakhir acara panitia membagikan buku testimoni dari sabahat maupun orang terdekat KH Mal An Abdullah.

Turut hadir Rois syuriah PWNU Sumsel KH Syarifuddin Ya’qub, sekretaris PWNU Sumsel Ahmad Syaifuddin Zuber, Ketua MUI Sumsel Prof. Aflatun Mucthar. (Al)

About Al Akbar Rahmat Ramadhan, M.Pd

Check Also

Yudisium Perdana ITSNUS Sumsel, Lahirkan Sarjana Informatika Berkualitas

NU Sumsel Online – Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Sriwijaya Sumatera Selatan (ITSNUS Sumsel) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *