NU Sumsel Online — Pengurus Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Musi Rawas memperingati Hari Lahir (Harlah) Muslimat Nahdlatul Ulama ke-79 berlangsung khidmat dan penuh semangat di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Annahdliyah, Kecamatan Purwodadi, pada Sabtu, 27 April 2025.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting di lingkungan NU dan pemerintah daerah, termasuk Wakil Bupati Musi Rawas, H. Suprayitno, Ketua PC Muslimat NU Hj. Sukini, perwakilan dari GP Ansor, Fatayat NU, serta Ketua PCNU Musi Rawas KH. Utsman Syafi’i yang turut memberikan tausiyah penuh makna.
Dengan mengangkat tema besar tentang penguatan peran perempuan dalam membangun generasi bangsa, acara Harlah Muslimat NU ke-79 ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga panggung penyampaian visi besar Muslimat NU dalam merespons tantangan zaman.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Musi Rawas H. Suprayitno menekankan peran vital Muslimat NU dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia dan berilmu pengetahuan.
“Muslimat NU harus menjadi garda terdepan dalam mendidik anak-anak kita agar siap menghadapi masa depan. Kita harus membekali mereka dengan Iman dan Taqwa (Imtaq), serta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Imtek),” ujarnya.
Lebih lanjut, beliau mengimbau agar Muslimat NU tidak berhenti melakukan gerakan sosial, termasuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah. Ia juga menekankan pentingnya keikutsertaan Muslimat dalam majelis taklim yang dikoordinir oleh organisasi Muslimat di setiap ranting.
“Jangan pernah berhenti berdakwah, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Kita butuh Muslimat yang aktif, produktif, dan istiqamah dalam kegiatan keagamaan,” tambahnya.
Ketua PC Muslimat NU Musi Rawas, Hj. Sukini, dalam sambutannya mengajak seluruh anggota Muslimat untuk terus mendampingi perjuangan NU dan tetap semangat dalam mengembangkan organisasi, meski usia tak lagi muda.
“NU akan terlihat besar dan kuat jika banom-banomnya, terutama Muslimat NU, aktif dan bergerak. Meski usia kita senja, semangat kita harus tetap muda,” tegasnya.
Ia juga mengumumkan rencana pendirian lembaga pendidikan di tingkat Raudhatul Athfal (RA) dan Taman Kanak-kanak (TK) Muslimat NU di setiap ranting, sebagai bentuk nyata kontribusi Muslimat dalam dunia pendidikan.
KH. Utsman Syafi’i, Ketua PCNU Musi Rawas sekaligus penceramah dalam acara ini, memberikan arahan bahwa Muslimat NU adalah organisasi yang memikul tanggung jawab besar dalam mensyiarkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).
“Muslimat bukan hanya penggerak pengajian, tapi juga harus aktif bekerja sama dengan pemerintah dalam kegiatan sosial. Terlebih dalam membangun ekonomi kerakyatan dan kemandirian umat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya persiapan menghadapi akhirat, mengingat usia para anggota Muslimat yang sebagian besar telah memasuki masa senja.
“Mari kita perbanyak ibadah, mendekatkan diri kepada Allah. Jangan biarkan perjuangan Muslimat terhambat hanya karena kurangnya dukungan dari para suami. Saya mengajak para bapak untuk senantiasa mensuport pergerakan Muslimat NU,” pesan KH. Utsman.
Acara Harlah ini juga menjadi momentum memperkuat silaturahmi internal antara sesama kader NU dan eksternal dengan masyarakat umum serta pemerintah daerah. Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan tampak jelas sepanjang acara berlangsung.
Dengan tema dan isi kegiatan yang sarat nilai keagamaan, sosial, dan pendidikan, Harlah ke-79 Muslimat NU Musi Rawas menjadi pengingat bahwa organisasi ini tetap relevan dan penting dalam membentuk masyarakat yang religius, mandiri, dan berdaya saing.
Diharapkan, semangat yang diusung pada peringatan ini tidak hanya berhenti di momentum seremonial, tetapi berlanjut menjadi gerakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap Muslimat NU terus bergerak, membesarkan organisasi dan mengembangkan sayapnya di seluruh ranting,” pungkas KH. Utsman. (Al)
NU Sumsel