NU Sumsel Online – Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (Jatman) Nahdlatul Ulama Provinsi Sumatera Selatan kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat eksistensi thariqah dan tasawuf di tengah tantangan zaman dengan menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) II di Pondok Pesantren Aulia Cendekia, Palembang, Minggu (12/5/2025).
Dengan mengusung tema “Pentingnya Penguatan Konsolidasi Internal Untuk Memperkokoh Organisasi dan Menghadapi Tantangan Zaman”, Muswil ini menjadi wadah strategis bagi para pengurus dan ulama Jatman untuk mengevaluasi program kerja serta memilih kepemimpinan baru yang akan membawa organisasi lebih solid dan relevan terhadap perkembangan sosial keagamaan masyarakat.
Ketua Panitia KH Misbahul Munir mengucapkan kepada seluruh peserta yang sudah hadir dalam Muswil Jatman ke II ini.
“Terimakasih kepada seluruh panitia yang telah berusaha dalam melaksanakan Muswil Jatman dan saya juga mengucapkan terimakasih dan selamat bermuswil kepada seluruh peserta, semoga nanti terpilih Mudir Aly Jatman NU Sumsel yang baru,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Selatan, KH Hendra Zainuddin Al-Qodiri, menyampaikan apresiasinya atas kesiapan dan kerja sama seluruh pengurus Idaroh Wustho Jatman Sumsel dalam menyelenggarakan musyawarah ini.
“Alhamdulillah, Sumsel merupakan provinsi yang cepat melaksanakan Muswil. Ini menunjukkan semangat kader dan pengurus Jatman yang luar biasa dalam membesarkan thariqah dan menjaga nilai-nilai tasawuf di tengah masyarakat,” ujarnya.
KH Hendra berharap agar Muswil ini dapat menghasilkan mudir baru yang dapat memperkuat struktur organisasi serta menjawab tantangan yang kian kompleks dalam menjaga warisan keilmuan tasawuf dan spiritualitas Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah.
Rois Syuriah PWNU Sumsel KH Mal’an Abdullah menyoroti pentingnya respons organisasi terhadap perubahan zaman yang sangat cepat, khususnya di era digital. Ia menekankan bahwa tantangan umat hari ini bukan hanya sekadar persoalan keagamaan klasik, tetapi juga bagaimana menghadirkan nilai-nilai spiritual di dunia digital.
“Kita hidup di tantangan terbaru, di dunia yang serba digital. Thariqah dan tasawuf harus hadir untuk menjawab kegelisahan jiwa manusia modern. Inilah mengapa konsolidasi internal dan pembaruan strategi dakwah sangat penting dilakukan,” tegasnya saat memberikan pengarahan kepada peserta Muswil.
Menurutnya, digitalisasi bukan ancaman bagi Jatman, justru menjadi peluang untuk lebih mendekatkan nilai-nilai spiritual kepada generasi muda yang haus akan kedalaman makna hidup.
Sekretaris Umum Idaroh Aliyah Jatman Pusat, Dr. KH Ali Muhammad Abdillah, MA, yang turut hadir dalam Muswil ini menegaskan bahwa Jatman berdiri atas dukungan para ulama besar Nahdlatul Ulama, sejak muktamar pertama hingga kini.
“Tokoh-tokoh seperti KH Bisri Syamsuri, Mbah Baidowi, KH Bisri Mustofa, dan para kiai besar lainnya hadir dan turut mendukung penuh berdirinya Jatman. Ini menjadi fondasi kuat bahwa perjuangan thariqah bukan hanya tradisi, tetapi bagian integral dari Islam yang rahmatan lil alamin,” jelasnya dalam sambutannya.
Ia menambahkan, fokus utama Jatman adalah pada pengembangan thariqah dan tasawuf yang murni, sebagai bentuk jalan spiritual yang membimbing umat Islam menuju kehidupan yang lebih seimbang, damai, dan penuh adab.
“Jatman bukan hanya organisasi struktural, tapi gerakan moral dan spiritual yang memandu umat dalam menapaki jalan ilahi. Konsolidasi internal harus terus ditingkatkan agar mampu memberikan dampak nyata di tengah masyarakat,” kata KH Ali Muhammad.
Dengan kondisi masyarakat modern yang semakin terpapar tantangan spiritual, eksistensi thariqah dan ajaran tasawuf justru kian diperlukan. Muswil ini menjadi pengingat bahwa Jatman memiliki peran penting dalam menyemai nilai-nilai moral dan spiritual di tengah kehidupan yang semakin materialistik.
Muswil II Jatman Sumsel 2025 menjadi momentum penting bagi organisasi thariqah di bawah naungan Nahdlatul Ulama ini. Dengan semangat konsolidasi internal, komitmen spiritual, dan dukungan para ulama, Jatman Sumsel diharapkan semakin kokoh menghadapi tantangan zaman dan menebarkan nilai-nilai tasawuf yang penuh cinta dan kedamaian.
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim Muswil Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (Jatman) Nahdlatul Ulama Provinsi Sumatera Selatan secara resmi saya buka,” tutup KH Ali Muhammad. (Al)
NU Sumsel