Tasyakuran Harlah Fatayat NU

Fatayat NU Musi Rawas Gelar Tasyakuran Harlah ke 75 Tahun

NU Sumsel Online Dalam rangka memperingati Hari Lahir Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) yang ke-75, Pengurus Cabang Fatayat NU Kabupaten Musi Rawas menggelar tasyakuran sekaligus membuka pengajian rutin di Pondok Pesantren Murottilil Qur’an, Desa Jaya Bakti, Kecamatan Tuah Negeri, Sabtu (11/5/2025).

Ketua PC Fatayat NU Musi Rawas, Siti Mardliyah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan hari lahir ini bukan hanya sekadar seremoni, melainkan momentum untuk merefleksikan perjalanan panjang Fatayat NU dalam mengawal nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Ia juga menegaskan komitmennya dalam menjalankan tugas sebagai bentuk pengabdian kepada umat.

“Kami berkomitmen untuk melaksanakan tugas dan kewajiban organisasi dengan sungguh-sungguh, karena ini adalah bentuk tanggung jawab yang harus dijalankan dengan niat tulus dan mengharap ridha Allah SWT,” ungkap Siti Mardliyah.

Fatayat NU Musi Rawas bertekad untuk mengedepankan pendidikan moral, baik dalam lingkup internal organisasi maupun dalam interaksi eksternal, khususnya dalam membina generasi muda perempuan Islam.

“Fatayat NU harus mampu memegang tongkat estafet dari Muslimat NU. Kami ingin hadir bukan hanya sebagai pelengkap, tetapi sebagai pelaku aktif dalam pendidikan moral dan dakwah sosial,” tambahnya.

Acara ini juga turut dihadiri oleh Wakil Rois Syuriah PCNU Musi Rawas KH Husnuddin, menekankan pentingnya peran perempuan dalam memperkuat akar budaya Islam yang rahmatan lil ‘alamin, khususnya di tengah derasnya arus globalisasi.

“Fatayat NU adalah ujung tombak dalam mengawal nilai-nilai moral di tengah masyarakat. Melalui pengajian rutin, kita harap akan lahir generasi perempuan yang tidak hanya taat secara agama, tetapi juga cakap dalam berorganisasi dan bermasyarakat,” tutur KH Husnuddin.

Baca Juga:  PK PMII UIN Raden Fatah Palembang Kecam Tayangan Trans7 yang Merendahkan Marwah Pesantren

Sementara itu, Ketua PC Muslimat NU Musi Rawas Hj Sukini turut memberikan dukungan moril dan spiritual kepada kader Fatayat. Ia menilai bahwa sinergi antar banom NU, terutama antara Fatayat dan Muslimat, sangat penting dalam memperkuat struktur sosial dan keagamaan di daerah.

“Kami siap terus bersinergi, menjaga silaturahmi, dan saling mendukung dalam kegiatan dakwah dan sosial. Fatayat hari ini adalah cikal bakal pemimpin Muslimat di masa depan,” ujar Hj Sukini.

Ketua PC GP Ansor Musi Rawas Gagas Abdillah juga mengapresiasi semangat para kader Fatayat NU, yang menurutnya memiliki peran vital dalam membangun harmoni keluarga, masyarakat, dan bangsa. Ia berharap Fatayat NU bisa terus menumbuhkan kader-kader militan yang berjiwa moderat.

Ustadzah Siti Masruroh, Wakil Ketua PC Muslimat NU Musi Rawas, tampil sebagai penceramah utama dan memberikan pesan yang menggugah semangat kader Fatayat.

Dengan gaya bahasa lugas namun membangun, Ustadzah Siti Masruroh menegaskan bahwa kader Fatayat NU tidak boleh merasa minder atau canggung dalam berorganisasi. Sebaliknya, mereka harus tampil lebih energik dan progresif dibanding organisasi Muslimat.

Jadi Fatayat jangan minder! Jangan cemen! Justru kalian harus lebih semangat, lebih energik dibanding Muslimat. Ini saatnya Fatayat menunjukkan kualitas dan kiprahnya,” tegas Ustadzah Siti di hadapan ratusan peserta yang hadir.

Mengangkat tema penguatan Keaswajaan dan peran sosial kader perempuan NU, Siti Masruroh menekankan bahwa Fatayat NU Musi Rawas memiliki peran strategis dalam membentengi generasi muda dari paham-paham yang menyimpang dari Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja). Ia menyerukan agar kader Fatayat menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan amaliyah tradisi keagamaan khas NU.

Baca Juga:  Ketua PCNU Prabumulih Bayu Sugondo Mendirikan Pesantren Lansia

“Fatayat harus jadi penjaga garda depan aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah. Terutama dalam praktik amaliyahnya seperti yasinan, tahlilan, maulidan, hingga manaqiban. Jangan sampai generasi muda kita tercerabut dari tradisi itu,” ujar Siti Masruroh.

Ia juga mendorong kader Fatayat untuk aktif dalam majelis taklim dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Menurutnya, peran perempuan tidak hanya dalam urusan domestik atau rumah tangga, tapi juga harus tampil dalam kegiatan publik sebagai bentuk pengabdian terhadap umat dan bangsa.

“Fatayat harus semangat di kegiatan sosial. Jangan hanya hadir di pengajian, tapi juga ikut terjun dalam membantu masyarakat, membina ibu-ibu muda, dan mendampingi generasi remaja. Ini bagian dari dakwah bil hal yang sangat penting,” tambahnya.

Acara tasyakuran ini ditutup dengan pembacaan doa bersama dan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas bertambahnya usia organisasi. Para peserta juga mengikuti pengajian rutin yang disampaikan oleh para kiai dan ustadzah dari PP Murottilil Qur’an.

Dengan semangat Harlah ke-75 ini, Fatayat NU Musi Rawas tidak hanya memperingati sejarah, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk terus bergerak, berdakwah, dan berkhidmat di jalan Allah. Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa Fatayat NU Musi Rawas siap menjadi pilar kekuatan perempuan Islam masa kini dan masa depan. (Al)

About Al Akbar Rahmat Ramadhan, M.Pd

Check Also

Yudisium Perdana ITSNUS Sumsel, Lahirkan Sarjana Informatika Berkualitas

NU Sumsel Online – Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Sriwijaya Sumatera Selatan (ITSNUS Sumsel) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *